Sahabat Allah
11 09 2007
Mari Maju Bersama BINSUS!
Berkat Sahabat <!– //–>
<!– //–> Oleh: Tidak Diketahui
<!– //–> <!– //–> Ini kisah persahabatan dua anak manusia. Yang seorang adalah putra presiden, yang lain pemuda rakyat jelata bernama Pono.
Persahabatan ini sudah terjalin sejak mereka masih di bangku sekolah. Pono punya kebiasaan yang kadang menjengkelkan. Apa pun peristiwa yang terjadi di depannya selalu dianggap positif. “Itu Baik!” katanya senantiasa.
Hari itu seperti yang sering mereka lakukan, Pono menemani sahabatnya berburu. Tugasnya membawa senapan dan mengisi peluru agar selalu siap digunakan. Entah kenapa, barangkali belum terkunci secara sempurna, setelah diserahkan kepada sahabatnya senapan itu meletus. Akibatnya cukup fatal. Ibu jari putra presiden terkena terjangan peluru dan putus. Melihat itu tanpa sadar dengan kalemnya Pono berkomentar. “Itu Baik!” Kontan sahabatnya naik pitam. “Bagaimana Kau ini! Jempolku putus tertembak, malah dibilang Baik. Brengsek!” Agaknya, kali ini kelakuan Pono tak termaafkan. Ia dijebloskan ke penjara. Read the rest of this entry »
13 tips eratkan persahabatan 1. KESABARAN
Belajarlah bersabar sekiranya sikap teman baikmu itu menyinggung perasaanmu, mungkin dengan kesabaranmu, temanmu itu akan mulai berubah & mula berfikir tentang hati & perasaan orang lain.
2. BERTERUS TERANG
Jgn sesekali kamu memendam perasaan jika kamu tdk menyenangi sikap teman2 di sekelilingmu. Cuba berbincang & berterus terang agar masalah yg membelengu dirimu aka selesai & jgn meninggikan suara ketika berbincang. Read the rest of this entry »
11 09 2007
*persahabatan sejati…..
Hanya… semenit diperlukan untuk mendapat sahabat baik… sejam untuk menghargainya… sehari untuk menyayanginya… tapi sepanjang hidup untuk melupakannya ,”bukan sepanjang hidup saja untuk melupakan orang2 yang qt sayangi tapi lebih dari itu, kehilangan adalah bagian dari hidup yang akan qt lalui tp apakah qt mampu memperjuangkannya?
seorang teman ataupun sahabat tidak pernah mengenal kata ‘melupakan’seorang sahabat tak akan pernah melupakan sahabatnya lagi, tapi mungkin karena jarak dan waktu yang membuat seseorang sejenak terlupakan,dam kesibukan untuk menggapai cita2,dan terus2 untuk memperbaiki diri itu yang membuat seolah waktu terasa sangat kurang, jadi jangan sekali-sekali menganggap seorang sahabat akan melupakan sahabatnya lagi…
seorang sahabat tidak mengenal kata melupakan,bukan kehidupan yang memiliki arti kalau kita ga’ mengalami kekecewaan, ataupun bahagia,mungkin butuh waktu untuk melupakan org yang qt sayangi,lebih baik waktu yang menjawab semuanya daripada hidup qt yang terus tenggelam dlm semua hal yg bs membuat hidup qt hancur. Read the rest of this entry »
Dalam menjalin sebuah persahabatan yang murni dan abadi ia memerlukan pengorbanan yang besar. Bila kita berkenalan dengan seseorang dan kita suka padanya maka kita pasti malu menjalin ikatan persahabatan yang kekal lama dengannya. Namun banyak dugaan dan rintangan yang akan mengiringi persahabatan itu sehinggakan ia boleh memusnahtan sebuah erti persahabatan.
Perubahan tanpa kompromi
Selama ini Mohsein ingatkan Rashdan adalah teman jati baginya. Mereka membesar bersama dan menghadiri sekolah yang sama.Mereka melalui saat gembira dan sedih bersama-sama. Mohsein masih ingat lagi bila Rashdan ditinggalkan oleh teman wanitanya. Mohseinlah tempat bagi Rashdan mengadu dan meluahkan perasaan kecewanya. Sebagai teman karib, Mohsein cuba memujuknya agar bertabah hati dan jangan terlalu bersedih.
Persahabatan erat antara Mohsein dan Rashdan amat bermakna bagi mereka berdua. Namun segala-galanya berubah dengan tiba-tiba. Rashdan sudah jarang menghubungi Mohsein lagi. Malah, ‘bayangnya’ pun sudah jarang kelihatan. Lalu Mohsein cuba mendapatkan jawapan daripadanya tapi Rashdan hanya diam membisu tanpa berkata apa-apa.
Mohsein rasa hairan melihat sikap Rashdan. Apakah kesilapan Mohsein yang menyebabkan Rashdan bersikap dingin terhadapnya? Mohsein bagaikan memerah otaknya mencari punca Rashdan bersikap begitu. Akhirnya, seorang teman Mohsein memberitahunya Rashdan berasa kecewa kerana Mohsein dapat pekerjaan baru. “Rashdan fikir kamu dah berubah sekarang dan tidak sama seperti dulu lagi.” kata teman itu. Jelas Rashdan adalah seorang yang tidak dapat sesuaikan diri dengan perubahan yang berlaku.
Dalam kehidupan harian, perubahan adalah sesuatu yang tidak boleh dielakkan. Walaupun kita tidak terfikir ia akan berlaku namun semuanya adalah di luar kawalan kita. Umpamanya dalam kes Mohsein yang rumit ini. Mohsein baru saja memulakan keria di pejabat baru dan kerianya memerlukan dia berkorban masa. Jadual keria Mohsein amat sibuk sehinggakan dia jarang ada masa bersosial.
Mohsein terkejut dengan sikap Rashdan yang tidak faham kedudukannya sekarang. “Dia yang menggalakkan aku memohon bekerja di sini tapi sekarang dia rasa lain pulak. Segala-galanya terjawab selepas tiga bulan aku dapat tahu Rashdan juga ada memohon kerja di tempat yang sama tapi dia gagal,” ujar Mohsein.
Perubahan besar dalam kehidupan boleh memberi kesan dan menggugat sebuah persahabatan. Ini termasuk perubahan dalam kerjaya, percintaan dan perpindahan rumah. Kita perlu faham hidup ini tidak statik. Perubahan ialah sebahagian daripada realiti dalam hidup. Persahabatan memerlukan flesikbel dan boleh menerima sesuatu perubahan yang berlaku.
Perubahan besar yang berlaku sering melibatkan emosi. Oleh itu, Mohsein berpendapat dia perlu meluangkan masa agar dapat bersama Rashdan walaupun dia sibuk. “Mungkin aku dapat berjumpa dengan Rashdan di hari minggu.” katanya.
SIFAT-SIFAT SEORANG SAHABAT BAIK
Orang yang mempunyai sahabat baik dan merupakan sahabat baik bagi
orang lain sesungguhnya adalah orang yang sangat kaya dan puas.
Persahabatan yang baik seharusnya menunjukkan ciri-ciri seperti
berikut ini : Read the rest of this entry »
Persahabatan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Artikel ini memusatkan perhatian pada pemahaman yang khas dalam hubungan antar pribadi. Dalam pengertian ini, istilah “persahabatan” menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, seringkali hingga pada altruisme. selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka.
Tingginya Penderita HIV/AIDS Akibat Pergaulan Bebas
Kapanlagi.com – Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas.
Selain hilangnya kekebalan daya tubuh, pergaulan bebas juga dapat menyebabkan terjadinya kehamilan di luar nikah, kata Kepala BKKBN Propinsi Bali, I Gede Putu Abadi, MPA di Denpasar, Senin (24/10).
Dalam sambutan tertulis dibacakan Kepala Balai Latihan dan Pengembangan, Ida Bagus Wirama, SH ketika membuka pelatihan managemen pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja bagi relawan dan pengelola, ia menyatakan, kondisi tersebut cukup memprihatinkan.
Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10-31% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual.
Di kota Denpasar dari 633 pelajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) yang baru duduk di kelas II, 155 orang atau 23,4% mempunyai pengalaman hubungan seksual.
Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%. Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tubuh pada usia remaja.
Demikian pula masalah remaja terhadap penyalahgunaan narkoba semakin memprihatinkan, ujar Putu Abadi.
Berdasarkan data penderita HIV/AIDS di Bali hingga Pebruari 2005 tercatat 623 orang, sebagian besar menyerang usia produktif. Penderita tersebut terdiri atas usia 5-14 tahun satu orang, usia 15-19 tahun 21 orang, usia 20-29 tahun 352 orang, usia 30-39 tahun 185 orang, usia 40-49 tahun 52 orang dan 50 tahun ke atas satu orang.
Putu Abadi menambahkan, semakin memprihatinkan penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa, cukup banyak permasalahan kesehatan reproduksi yang timbul diantara remaja. Oleh sebab itu mengembangan model pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendidik (konselor) sebaya menjadi sangat penting.
“Pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja menjadi model pemberdayaan masyarakat yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan peranserta individu memberikan solusi kepada teman sebaya yang mengalami masalah kesehatan reproduksi,” ujar Putu Abadi.
Pelatihan Managemen tersebut diikuti 24 peserta utusan dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali berlangsung selama empat hari. (*/lpk)
ABORSI = MEMBUNUH KARYA ALLAH
Jakarta–bkkbn online; Pengguguran janin (aborsi) merupakan tindakan menghentikan karya Allah. Bahkan dapat dikatakan membunuh buah karya Allah. Karena itu Kristen secara tegas melarang aborsi.
Demikian pandangan Kristen tentang aborsi sebagaimana dimuat dalam buku ”Keluarga Bahagia Sejahtera dan Bertanggung Jawab Perspektif Agama Kristen”. Buku setebal 77 halaman ini diterbitkan oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia bekerja sama dengan BKKBN dan UNFPA (Dana Kependudukan PBB). Read the rest of this entry »
A representation of the 3D structure of myoglobin showing coloured alpha helices. This protein was the first to have its structure solved by X-ray crystallography.
Proteins are large organic compounds made of amino acids arranged in a linear chain and joined together by peptide bonds between the carboxyl and amino groups of adjacent amino acid residues. The sequence of amino acids in a protein is defined by a gene and encoded in the genetic code. Although this genetic code specifies 20 “standard” amino acids plus selenocysteine and – in certain archaea – pyrrolysine, the residues in a protein are sometimes chemically altered in post-translational modification: either before the protein can function in the cell, or as part of control mechanisms. Proteins can also work together to achieve a particular function, and they often associate to form stable complexes.
Like other biological macromolecules such as polysaccharides and nucleic acids, proteins are essential parts of organisms and participate in every process within cells. Many proteins are enzymes that catalyze biochemical reactions and are vital to metabolism. Proteins also have structural or mechanical functions, such as actin and myosin in muscle and the proteins in the cytoskeleton, which form a system of scaffolding that maintains cell shape. Other proteins are important in cell signaling, immune responses, cell adhesion, and the cell cycle. Proteins are also necessary in animals’ diets, since animals cannot synthesize all the amino acids they need and must obtain essential amino acids from food. Through the process of digestion, animals break down ingested protein into free amino acids that are then used in metabolism.
The word protein comes from the Greek word πρώτα (“prota”), meaning “of primary importance.” Proteins were first described and named by the Swedish chemist Jöns Jakob Berzelius in 1838. However, central role of proteins in living organisms was not fully appreciated until 1926, when James B. Sumner showed that the enzyme urease was a protein.[1] The first protein to be sequenced was insulin, by Frederick Sanger, who won the Nobel Prize for this achievement in 1958. The first protein structures to be solved included hemoglobin and myoglobin, by Max Perutz and Sir John Cowdery Kendrew, respectively, in 1958.[2][3] The three-dimensional structures of both proteins were first determined by x-ray diffraction analysis; the structures of myoglobin and hemoglobin won the 1962 Nobel Prize in Chemistry for their discoverers. Read the rest of this entry »